TENOF-EM (Emtricitabine + Tenofovir Disoproxil Fumarate) 200/300 mg

Diskon!

TENOF-EM (Emtricitabine + Tenofovir Disoproxil Fumarate) 200/300 mg

Harga aslinya adalah: Rp500.000.Harga saat ini adalah: Rp285.000.

Guaranteed Safe Checkout

Apa Itu TENOF-EM?

TENOF-EM merupakan kombinasi dua obat antiretroviral, yaitu Emtricitabine dan Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF). Obat ini digunakan bersama obat HIV lainnya dalam terapi kombinasi untuk mengobati infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Obat ini juga kadang digunakan sebagai bagian dari strategi pencegahan (PrEP, pre-exposure prophylaxis) bagi individu yang berisiko tinggi tertular HIV.

TENOF-EM tidak menyembuhkan HIV, tetapi bekerja untuk menurunkan jumlah virus HIV dalam darah (viral load), memperkuat sistem imun, dan menurunkan risiko komplikasi infeksi HIV.

Manfaat / Indikasi

Beberapa kegunaan utama TENOF-EM antara lain:

  • Sebagai bagian dari pengobatan infeksi HIV-1 bersama obat antiretroviral lain
  • Digunakan sebagai pencegahan (PrEP) pada orang dengan risiko tinggi tertular HIV, jika dikombinasikan dengan langkah pencegahan lain seperti penggunaan kondom dan pemeriksaan rutin

Cara Kerja

TENOF-EM mengandung dua jenis obat yang bekerja sebagai reverse transcriptase inhibitors (RTI):

  • Emtricitabine: merupakan NRTI (nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
  • Tenofovir Disoproxil (TDF): merupakan bentuk prodrug dari tenofovir, yang setelah dalam tubuh bekerja sebagai nucleotide analog reverse transcriptase inhibitor

Kombinasi ini menghambat enzim reverse transcriptase yang digunakan oleh HIV untuk memperbanyak materi genetiknya. Dengan demikian, replikasi virus dapat ditekan, viral load menurun, dan kerusakan pada sistem imun dapat diminimalkan.

Dosis & Cara Pakai

Dosis Umum:

  • Untuk terapi HIV: biasanya 1 tablet 200/300 mg sekali sehari, dikombinasikan dengan obat antiretroviral lain.
  • Untuk PrEP: pria/wanita dewasa dengan berat ≥ 35 kg: 1 tablet per hari, disertai tindakan pencegahan tambahan.

Aturan Pakai:

  • Dikonsumsi secara oral, dengan atau tanpa makanan.
  • Usahakan waktu konsumsi yang sama setiap hari agar tidak terlewat dosis.
  • Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter karena bisa memicu lonjakan virus atau reaktivasi hepatitis B jika ada infeksi HBV laten.
  • Simpan di suhu ruangan, terlindung dari panas dan kelembapan, jauh dari jangkauan anak-anak.

Peringatan & Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menggunakan TENOF-EM, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Alergi Obat
    Jangan gunakan jika Anda memiliki alergi terhadap emtricitabine, tenofovir, atau komponen lain dalam formulasi.
  2. Hepatitis B (HBV)
    Jika Anda memiliki infeksi hepatitis B kronis, penghentian TENOF-EM mendadak dapat memicu reaktivasi HBV yang dapat memperburuk kondisi hati. Dokter akan memantau fungsi hati secara rutin saat menggunakannya dan beberapa bulan setelah penghentian.
  3. Fungsi Ginjal
    Tenofovir dapat memperburuk kondisi ginjal. Sebelum dan selama terapi, dokter akan memeriksa fungsi ginjal (kreatinin, klarifikasi kreatinin) secara berkala.
  4. Asidosis Laktat & Perlemakan Hati
    Penggunaan obat golongan nukleosida/nukleotida terkadang dikaitkan dengan asidosis laktat dan hepatomegali dengan steatosis. Bila muncul gejala seperti nyeri otot yang tidak biasa, sesak napas, kelemahan berat, atau nyeri perut, segera konsultasi ke dokter.
  5. Infeksi Tersembunyi / Reaksi Imun (Immune Reconstitution Syndrome)
    Saat sistem imun pulih, bisa timbul reaksi terhadap infeksi laten. Pasien harus diawasi terutama pada fase awal terapi.
  6. Kehamilan & Menyusui
    Penggunaan selama kehamilan dan menyusui harus disertai pertimbangan manfaat vs risiko. Emtricitabine dapat melalui ASI, sehingga risiko penularan HIV atau efek obat ke bayi harus dievaluasi.

Interaksi Obat

Beberapa obat atau substansi yang dapat berinteraksi dengan TENOF-EM:

  • Obat yang memengaruhi fungsi ginjal (misalnya aminoglikosida, penggunaan simultan obat nefrotoksik) → dapat memperbesar risiko kerusakan ginjal.
  • Obat yang memicu asam laktat (misalnya interferon alfa) → potensi akumulasi asam laktat meningkat.
  • Obat antiretroviral lain, suplemen, atau obat herbal yang dapat mempengaruhi metabolisme atau ekskresi obat – selalu konsultasikan ke dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Seperti obat lainnya, TENOF-EM dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping umum dan serius meliputi:

Efek Samping Umum:

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Nyeri perut
  • Kelelahan atau lelah
  • Penurunan nafsu makan

Efek Samping yang Harus Diwaspadai:

  • Gangguan fungsi ginjal (gangguan kreatinin, gangguan filtrasi)
  • Reaktivasi hepatitis B
  • Asidosis laktat
  • Kerusakan hati (hepatitis, gagal hati)
  • Sindrom reconstitusi imun (gejala baru infeksi setelah imunitas membaik)
  • Alergi berat atau reaksi obat yang berat

Segera hentikan penggunaan dan konsultasikan ke dokter bila muncul gejala seperti: nyeri perut hebat, lemas ekstrem, sesak napas, perubahan warna kulit/mata (menguning), atau reaksi alergi (ruam, pembengkakan).

Tips Penggunaan yang Aman

  • Pastikan Anda rutin kontrol ke dokter dan menjalani pemeriksaan darah secara periodik (fungsi ginjal, fungsi hati)
  • Jangan melewatkan dosis; bila lupa satu dosis, konsumsi segera begitu ingat, tapi jangan menggandakan dosis berikutnya
  • Jangan menghentikan obat sendiri tanpa konsultasi
  • Gunakan metode pencegahan lain (kondom, pemeriksaan HIV rutin) meskipun sedang memakai TENOF-EM
  • Simpan obat di kondisi yang sesuai
Scroll to Top